Langsung ke konten
AlurKPR
Semua panduan
perbandinganTerakhir diperbarui: 1 September 2026

Subsidi vs Komersial: Mana yang Tepat untukmu?

Keduanya memberimu rumah — bedanya di bunga, DP, batas harga, dan fleksibilitas. Pilih berdasarkan penghasilan dan kebutuhan.

KPR subsidi (FLPP) menang telak di biaya: bunga sekitar 5% flat, DP ringan, tenor hingga 40 tahun. Trade-off-nya: hanya untuk MBR, unit harus rumah pertama, harga dibatasi plafon zona, dan lokasi terbatas pada proyek terdaftar.

KPR komersial menang di fleksibilitas: siapapun bisa mengajukan, harga bebas, lokasi bebas, rumah ke-2/3 pun boleh. Konsekuensinya bunga berbasis pasar — di awal murah, di belakang bisa naik — dan DP umumnya lebih besar (mulai 10–20% atau lebih).

Simpelnya: kalau penghasilan dan target harga dalam koridor MBR, subsidi jelas lebih hemat. Kalau penghasilan di atas batas, menginginkan rumah lebih besar/lokasi lebih bebas, atau ini bukan rumah pertama — komersial.

Ada zona abu-abu: penghasilanmu pas di atas batas MBR namun ingin rumah subsidi — ini tidak diperbolehkan dan verifikasi akan menolak. Sebaliknya, pemilik status MBR tetap boleh mengajukan komersial.

Jalankan simulasi di kalkulator situs ini untuk sisi bunga + tenor, lalu bandingkan total bayar (bunga total + DP + biaya). Angka total bayar itulah pembanding yang adil untuk kedua skema.

Angka bunga, plafon, dan batas penghasilan dapat berubah mengikuti kebijakan. Verifikasi ke BP Tapera dan bank penyalur sebelum mengajukan.

Artikel terkait