Subsidi vs Komersial: Mana yang Tepat untukmu?
Keduanya memberimu rumah — bedanya di bunga, DP, batas harga, dan fleksibilitas. Pilih berdasarkan penghasilan dan kebutuhan.
KPR subsidi (FLPP) menang telak di biaya: bunga sekitar 5% flat, DP ringan, tenor hingga 40 tahun. Trade-off-nya: hanya untuk MBR, unit harus rumah pertama, harga dibatasi plafon zona, dan lokasi terbatas pada proyek terdaftar.
KPR komersial menang di fleksibilitas: siapapun bisa mengajukan, harga bebas, lokasi bebas, rumah ke-2/3 pun boleh. Konsekuensinya bunga berbasis pasar — di awal murah, di belakang bisa naik — dan DP umumnya lebih besar (mulai 10–20% atau lebih).
Simpelnya: kalau penghasilan dan target harga dalam koridor MBR, subsidi jelas lebih hemat. Kalau penghasilan di atas batas, menginginkan rumah lebih besar/lokasi lebih bebas, atau ini bukan rumah pertama — komersial.
Ada zona abu-abu: penghasilanmu pas di atas batas MBR namun ingin rumah subsidi — ini tidak diperbolehkan dan verifikasi akan menolak. Sebaliknya, pemilik status MBR tetap boleh mengajukan komersial.
Jalankan simulasi di kalkulator situs ini untuk sisi bunga + tenor, lalu bandingkan total bayar (bunga total + DP + biaya). Angka total bayar itulah pembanding yang adil untuk kedua skema.