Panduan · Tahap 3 dari 8
· diperbarui 2026Pilih Skema Kredit: Subsidi vs Komersial
Kenali perbedaan KPR subsidi FLPP dan KPR komersial agar memilih skema yang tepat dan biaya jangka panjang terkendali.
Estimasi waktu
1–2 minggu riset dan perbandingan
Dokumen
1 dokumen utama
Biaya terkait
1 pos biaya
KPR subsidi (FLPP) menawarkan suku bunga rendah 5% flat untuk tenor hingga 20 tahun dengan DP ringan, tetapi hanya untuk MBR, rumah pertama, dan harga unit dalam batas per zona.
KPR komersial (konvensional & syariah) bebas untuk semua orang, plafon lebih besar, namun bunga mengikuti pasar — bisa naik saat suku bunga acuan naik.
Bandingkan suku bunga: bank sering menawarkan 'fixed' rendah di 1–3 tahun pertama lalu floating. Hitung total pembayaran, bukan hanya angka promo di tahun pertama.
Gunakan perbandingan bank di situs ini dan jalankan simulasi untuk kedua skema sebelum memutuskan.
Dokumen yang perlu disiapkan
- Tidak ada dokumen baru — hanya analisis perbandingan
Biaya terkait di tahap ini
- Tidak ada
Tips agar mulus
- Untuk subsidi, pastikan unit yang dipilih ada dalam daftar proyek penerima FLPP.
- Untuk komersial, tanyakan ketentuan prepayment (pelunasan sebagian) dan penaltinya.
- Jangan hanya membandingkan bunga; bandingkan juga biaya provisi, administrasi, dan asuransi antar bank.
Kesalahan umum
- Terkunci pada 'fixed 5% pertama' promo tanpa menghitung suku bunga floating setelahnya.
- Memilih skema hanya dari besaran angsuran bulanan tanpa menghitung total bayar hingga lunas.
- Mengabaikan biaya-biaya kecil yang diakumulasi bank secara bulanan (asuransi, admin).
Beda di skema subsidi vs komersial
Ini tahap tempat dua skema dipertemukan: subsidi menang di bunga & DP, komersial menang di fleksibilitas & jumlah unit.
Halaman ini bersifat edukasi dan bukan nasihat keuangan resmi. Angka, batas penghasilan, dan kuota FLPP dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah serta penilaian tiap bank.